Selasa, 14 Mei 2013


Sejarah baskett ball

Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senamyang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.
Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari. Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutupyang berlampu. Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak.Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.Beberapa catatan penting dalam perkembangan bola basket.
  1. Tahun 1891 : Prof. Dr. James A. Naismith menemukan permainan Bola Basket
  2. Tahun 1892 : Untuk pertama kali Naismith memperkenalkan permainan Bola Basket kepada masyarakat (Amerika)
  3. Tahun 1894 : Prof. Dr. James A. Naismith dan Dr. Luther Gullick untuk pertama kali mengeluarkan peraturan permainan resmi.
  4. Tahun 1895 : Kata Basketball secara resmi diterima dan dimasukkan ke dalam perbendaharaan bahasa Inggris.
  5. Tahun 1913 : Untuk pertama kali diadakan Kejuaraan Bola Basket Far Eastern. Pada kesempatan tersebut regu Phillipina mengalahkan Cina.
  6. Tahun 1918 : Tentara pendudukan Amerika dan anggota YMCA memperkenalkan permainan Bola Basket di banyak negara Eropa.
  7. Tahun 1919 : Dalam Olympiade Militer di Joinville, permainan Bola Basket termasuk salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.Tahun 1932 : Untuk pertama kali diadakan Kongres Bola Basket bertempat di Jenewa Swiss. Para peserta yang hadir adalah : Argentina, Cekoslowakia, Yunani, Italia, Portugal, Rumania dan Swiss. Keputusan penting yang dihasilkan adalah terbentuknya Federasi Bola Basket Internasional - Federation International de Basketball (FIBA)
  8. Tahun 1933 : Untuk pertama kali diselnggarakan kejuaraan Dunia Bola Basket Mahasiswa di kota Turin - Italia.
  9. Tahun 1935 : Dalam Kongres Komite Olympiade Internasional, Bola Basket diterima sebagai salah satu nomor pertandingan Olympiade.
  10. Tahun 1936 : Untuk pertama kali Bola Basket dipertandingkan dalam Olympiade Berlin. Dua puluh dua negara ikut serta. Juaranya adalah USA, Kanada dan Meksiko.
  11. Tahun 1939 : Prof. Dr. James A. Naismith meninggal dunia.
Mengenal permainan bola basket
Mengenal Permainan Bola Basket Permainan Bola Basket dimainkan oleh dua regu yang berlawanan. Tiap-tiap regu yang melakukan permainan di lapangan terdiri dari 5 orang, sedangkan pemain pengganti sebanyak-banyaknya 7 orang, sehingga tiap regu paling banyak terdiri dari 12 orang pemain. Permainan Bola Basket dimainkan di atas lapangan keras yang sengaja diadakan untuk itu, baik di lapangan terbuka maupun di ruangan tertutup. Pada hakekatnya, tiap-tiap regu mempunyai kesempatan untuk menyerangdan memasukkan bola sebanyak-banyaknya keranjang sendiri untuk sedapat mungkin tidak kemasukan. Secara garis besar permainan Bola Basket dilakukan dengan mempergunakan tiga unsur teknik yang menjadi pokok permainan, yakni : mengoper dan menangkap bola (pasing and catching), menggiring bola (dribbling), serta menembak (shooting). Ketiga unsur teknik tadi berkembang menjadi berpuluh-puluh teknik lanjutan yang memungkinkan permainan Bola Basket hidup dan bervariasi. Misalnya, dalam teknik mengoper dan menangkap bola terdapat beberapa cara seperti : tolakan dada (chest pass), tolakan di atas kepala (overhead pass), tolakan pantulan (bounce pass),dan lain sebagainya. Dalam rangkaian teknik ini, dikenal pula sebutan pivot yakni pada saat memegang bola, salah satu kaki bergerak dan satu kaki lainnya tetap di lantai seabgai tumpuan. Teknik menggiring bola berkaitan erat dengan traveling, yakni gerakan kaki yang dianggap salah karena melebihi langkah yang ditentukan. Juga double dribble suatu gerakan tangan yang dilarang karena menggiring bola dengan kedua tangan atau menggiring bola untuk kedua kalinya setelah bola dikuasai dengan kedua tangan. Teknik menembak berkaitan erat dengan gerak tipu, lompat, blok dan lain sebagainya. Begitu banyak teknik permainan yang harus dikuasai oleh seorang pemain Bola Basket, sehingga sulit untuk diperinci satu-persatu dalam tulisan ini. Namun demikian, dengan menguasai ketiga unsur teknik pokok tadiserta beberapa lanjutannya, seseorang sudah dapat melakukan permainan Bola Basket, walaupun tidak sempurna.

Selasa, 07 Mei 2013


Kobe Bryant
 
Posisi Shooting guard  
Julukan Black Mamba
KB24
Liga NBA
Tinggi ft 6 in (1.98 m)
Berat 205 lb (93 kg)
Klub SMAFA
Negara Templat:Country data INDONESIA (sebenarnya)
Lahir 23 Agustus 1978 (umur 34)
Philadelphia, Pennsylvania
SMA Lower Merion HS
(Lower Merion, Pennsylvania)
Draft ke-13 (secara keseluruhan), 1996
Charlotte Hornets
Karier pro 1996sekarang
Penghargaan 10 kali NBA All-Star
9 kali All-NBA Selection
7 kali All-Defensive Selection
3 kali NBA All-Star MVP
1997 Juara Kontes Slam Dunk NBA
1996 Naismith Prep Player of the Year
1996-1997 All Rookie Second Team
2007-2008 NBA MVP
2 kali MVP Final NBA

Senin, 06 Mei 2013

 Cerita Dibalik Sang Legenda

Kariernya yang cemerlang merupakan buah hasil kerja kerasnya semasa muda.
6 Championship NBA, 5 trofi MVP, 12 All-Star Game, juara NCAA, dan dua medali Olimpiade.
Permainannya bukan hanya spektakuler, caranya bermain akan menghipnotis siapapun di dunia. Kerja kerasnya bagaikan mengubah dunia olah raga. Siapapun ingin menjadinya dan siapapun ingin mengalahkannya. Itulah Michael Jeffrey Jordan, legenda basket asal Amerika Serikat yang menjadi inspirasi semua pemain basket, bahkan atlet di seluruh dunia. Memulai karirnya pada 1984 dan bergabung bersama Chicago Bulls hingga 1998. Selama kariernya, ia telah berhasil mengoleksi enam gelar juara dan lima kali berhasil meraih lima gelar MVP regular. Ia akhirnya pensiun dari NBA pada tahun 2003 setelah sempat bermain bagi Washington Wizards. Saat ini ia tercatat sebagai pemilik dari tim NBA, Bobcats.
Michael Jordan berpose dengan gelar-gelarnya.
Sumber: mymj.nl
Kariernya yang luar biasa dan berlimpah gelar ternyata tidak memiliki awal yang mulus. Saat ia masih kecil, ia hanyalah pemain guard biasa tanpa kelebihan yang signifikan dari pemain lainnya. Bahkan pelatihnya saat ia masih remaja mengakui Jordan hanya pemain biasa saja. Selain bermain basket, ia juga menjadi atlet olah raga baseball saat masih muda, namun prestasinya juga biasa-biasa saja. Pelatih baseball Jordan mengakui prestasinya sebagai pemainnya tidak memiliki prestasi yang menonjol.
"Saya melatih Michael saat dia berusia 13, 14, dan 15 tahun. Semasa remajanya, Michael bukanlah seorang juara. Dia hanya remaja biasa yang bermain di liga junior, tetapi sangat bebas dan kompetitif," kata Richard Neher, pelatih baseball Jordan kecil saat ada di Liga Babe Ruth.
Sementara di olahraga basket, nasibnya juga serupa, saat ia berada di tingkat akhir junior high school yang setara dengan SMP kelas 3, Jordan yang mempunyai tinggi 175 cmn hanya seorang guard remaja biasa tanpa prestasi dan skill yang diatas rata-rata. Namun kecintaannya dengan bola basket semakin lama semakin besar, bersama saudaranya Larry, Jordan setiap hari menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain basket di lapangan yang terletak dibelakang rumahnya. Larry yang berusia lebih tua dari Jordan awalnya selalu mendominasi permainan, namun pada akhirnya Jordan berhasil melewatinya dan berhasil mengalahkan saudaranya tersebut. Dari sanalah kecintaannya terhada bola basket semakin meningkat.
Saat ia masuk ke senior high school, Jordan justru mendapat pukulan keras, kecintaannya terhadap olah raga ini ternyata masih belum cukup untuk membuatnya masuk kedalam daftar tim utama sekolahnya, Laney High School yang terletak di North Carolina. Jordan bahkan melihat daftar tim berulang-ulang untuk memastikan namanya benar-benar tidak tercantum. Jordan muda begitu kecewa hingga ia meneteskan air matanya dan mengunci dirinya di kamar selama beberapa saat. Ibunda Jordan, Deloris, berusaha untuk mengangkat kekecewaan anaknya agar terus semangat dan kembali berlatih,
Aksi-aksi Michael Jordan semasa high school.
Sumber: i.cdn.turner.com
"Saya lalu meminta Jordan untuk berlatih lebih keras. Tapi saya menambahkan bahwa jika dirinya telah berusaha dengan keras dan tetap gagal, berarti itu memang bukan nasibnya,” begitu nasihat bijak dari sang ibunda.
Meski pada akhirnya ia masuk ke tim Junior, ia tetap menyimpan kekecewaan yang besar karena pada awalnya ia cukup yakin bisa masuk ke tim utama tim. Namun justru dari kekecewaan itulah kita dapat melihat permainan brilian dari Jordan. Sejak penolakannya itu, ia semakin gila menerpa dirinya dalam berlatih. Berjam-jam ia menghabiskan seluruh waktunya untuk berlatih, ia bahkan seringkali menyimpan tenaganya dalam bermain di pertandingan junior karena ingin lebih fokus dan memiliki tenanga saat berlatih, karena memang tujuan utamanya adalah bermain bagi tim senior. Sifat kompetetifnya itulah yang pada akhirnya membuahkan hasil. 
"Saya tidak mau lagi merasakan itu. Mulut pahit dan perut terasa mulas," kenang Jordan mengenang kegagalannya saat masih sekolah dulu. Dalam salah satu iklan dari produk Nike, Jordan pernah mengatakan kisah karirnya yang tidak melulu berjalan mulus.
"Sepanjang karier saya, lebih dari 9.000 tembakan saya meleset. Saya pernah kalah dalam 300 pertandingan. Setidaknya, 26 kali saya dipercaya untuk melakukan tembakan penentu kemenangan dan gagal. Saya telah berkali-kali menemui kegagalan dalam hidup saya, dan itulah sebabnya saya bisa berhasil."
Etos kerjanya untuk berlatih bola basket terus ia bawa hingga ia masuk ke Universitas North Carolina, walau sudah menjadi pemain yang besar sekalipun, ia selalu menjalankan latihan yang lebih berat dibanding rekan-rekannya. Ia bahkan selalu berlatih jump shoot diwaktu luangnya sendiri. Sadar karena tinggi badannya yang standar saja bagi pemain basket, ia sadar bahwa dirinya harus mempunyai tembakan yang akurat. Jordan selalu menjadi orang pertama yang datang ke tempat latihan dan menjadi orang terakhir yang meninggalkan latihan.

"Biasanya saya tiba di sekolah antara jam 07.00 dan 07.30 pagi. Michael ada di sana sebelum aku. Setiap kali saya datang dan membuka pintu, aku mendengar suara bouncing bola, di musim gugur, di musim dingin, di musim panas. Hampir setiap pagi saya harus meminta dia untuk meninggalkan lapangan." Tutur Rubby Staton, salah seorang instruktur olah raga di universitas-nya.
Dengan tinggi 183 cm saat di bangku universitas, Jordan tetap saja hanya memiliki tinggi yang tidak istimewa, maka ia harus meningkatkan keterampilan lainnya seperti mencetak angka maupun assist. Pada akhirnya ia menjadi pemain yang jauh diatas rata-rata rekannya di tim. Hingga pada akhirnya timnya di universitas dibangun dengan berpusat pada sosok Jordan. Ia bisa mencetak 25 sampai 40 poin dalam pertandingan.
Aksi Jordan di North Carolina.
Sumber: i2.cdn.turner.com
Berkat kehebatannya selama di universitas, jalan Jordan menuju NBA berjalan sangat mulus, sejak masuk ke Chicago Bulls kariernya bergitu cemerlang, and the rest is history, Anda pasti sudah mengenal kisahnya bukan?
NBA Championship 6 kali, trofi MPV 5 kali, selusin All-Star game, gelar NCAA dan dua medali emas Olimpiade. Ialah Michael Jeffrey Jordan, salah satu pria paling sukses dalam olah raga bola basket. Dibalik kegagalannya di masa lalu, ia sukses menyulapnya menjadi kunci kesuksesannya hingga akhir kariernya.
"Saya siap untuk menerima kegagalan. Semua orang mungkin gagal. Tapi aku tidak ingin melihat bahwa saya tidak mencoba. " – Michael Jordan.
 
 

Rabu, 01 Mei 2013

Teknik permainan bola basket profesional

Fade away adalah tehnik yang mendorong badan kebelakang saat melakukan shoot, sehingga menyulitkan defender untuk menghadang bola. tehnik ini lumayan susah dilakukan buat pemain yang baru belajar basket. Bila keseimbangan badan tidak terjaga bisa-bisa terpelanting dan jatuh kebelakang. Pemain NBA yang sering memakai teknik ini adalah sang legenda basket seperti Michael Jordan dan Kobe Bryant.
Hook adalah teknik yang sangat efektif bila pemain dijaga oleh orang yang lebih tinggi dari pemain. Yaitu cara menembak dari samping dengan satu tangan. Jadi jarak antara orang yang menghadang dan pemain bisa agak jauh. Belakangan tehnik ini sering dipakai oleh Rony Gunawan Satria Muda Britama waktu melawan Garuda Bandung di Final 2009, dan keakuratan mencapai 80%.
Teknik yang butuh lompatan tinggi, dan akurasi tembakan yang bagus. Yaitu dengan melompat dan melakukan tembakan yang liar dan sulit untuk di gagalkandan .
merupakan cara dribble dengan cara memantulkan bola dari tangan kiri ke tangan kanan atau sebaliknya. biasanya teknik sudah banyak di improvisasi dengan cara memantulkan bola di antara celah kaki (kebanyakan pemain internasional sudah menggunakan teknik ini) atau belakang kaki (yang paling sering menggunakan teknik ini adalah Jamal Crawford - Atlanta Hawks)
Slamdunk adalah salah satu teknik yang paling populer. Sebenarnya cukup simpel, yaitu hanya memasukkan bola secara langsung ke ring dan menghempaskan tangan ke ring basket. Walaupun simpel, tapi untuk orang dengan tinggi 171 cm slam seperti ini hampir mustahil untuk dilakukan karena lompatannya tidak cukup tinggi. [2]

Perkembangan

Permainan basket sudah sangat berkembang dan digemari sejak pertama kali diperkenalkan oleh James Naismith. Salah satu perkembangannya adalah diciptakannya gerakan slam dunk atau menombok, yaitu gerakan untuk memasukkan dan melesakan bola basket langsung ke dalam keranjang yang bisa dilakukan dengan gerakan akrobatik yang berkekuatan luar biasa.

Bola basket di Indonesia

Ada beberapa informasi mengatakan masuknya basket bersamaan dengan kedatangan pedagang dari Cina menjelang kemerdekaan. Tepatnya, sejak 1894, bola basket sudah dimainkan orang-orang Cina di Provinsi Tientsien dan kemudian menjalar ke seluruh daratan Cina. Mereka yang berdagang ke Indonesia adalah kelompok menengah kaya yang memilih olahraga dari Amerika itu sebagai identitas kelompok Cina modern.
Informasi ini diperkuat fakta menjelang dan pada awal kemerdekaan klub-klub bola basket di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Medan, Bandung, Semarang, DI Yogyakarta, dan Surabaya sebagian besar tumbuh dari sekolah-sekolah Cina. Dari klub itu pula kemudian lahir salah seorang pemain legenda Indonesia, Liem Tjien Siong yang kemudian dikenal dengan nama Sonny Hendrawan (Pada 1967 Sonny terpilih sebagai Pemain Terbaik pada Kejuaraan Bola Basket Asia IV di Seoul, Korea Selatan. Waktu itu, tim Indonesia menduduki peringkat ke-4 di bawah Filipina, Korea, dan Jepang).
Pada 1948, ketika Negara Indonesia menggelar PON I digelar di Solo, bola basket, sudah menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan. Ini membuktikan bahwa basket cepat memasyarakat dan secara resmi diakui Negara. Tiga tahun kemudian, Maladi sebagai Sekretaris Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang kemudian menjadi Menteri Olahraga, meminta Tonny Wen dan Wim Latumeten untuk membentuk organisasi bola basket. Namun akhirnya karena tuntutan kebutuhan untuk menyatukan organisasi basket, disepakati pembentukan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia pada 1955, disingkat Perbasi.[3]